Posts

Janji politik

Setiap orang memiliki hak mutlak untuk menyalurkan aspirasi politiknya, memilih partai atau tokoh yang paling cocok di hati, dan semoga juga di pikiran. Dari beberapa kali pemilu setelah reformasi 1998 saya melihat banyak orang yang memilih berdasarkan faktor hati. Misalnya, ada yang memilih seseorang karena dia ganteng atau cantik, karena tegas, karena saleh (atau tampak saleh), karena dari agama yang sama, atau dari suku yang sama. Janji-janji politik dan rekam jejak tidak menjadi faktor penentu, karena itu ketika partai politik atau sang tokoh tidak menepati janjinya tidak ada yang menagih atau menuntut. Ada hal yang berbeda di tahun politik ini. Tiba-tiba janji politik Jokowi dibahas lagi dan ditagih. Mendadak sontak lini masa penuh dengan tuduhan bahwa Jokowi berbohong karena tidak menuntaskan janjinya. Ada kesalahan berpikir di sini yang berasal dari lemahnya pendidikan bahasa Indonesia di sekolah dan di rumah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berbohong adalah mengatak...

Bali dan plastik

Setelah berita bagus tentang penghentian reklamasi Teluk Benoa, Bali kembali memberi harapan dengan melarang penggunaan plastik sekali pakai mulai tahun 2019. Plastik sekali pakai (PSP) adalah segala bentuk alat atau bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, lateks sintetis atau polyethylene, thermoplastic synthetic polymeric dan diperuntukkan untuk penggunaan sekali pakai. Sayangnya, Peraturan Gubernur Bali dan Peraturan Walikota Denpasar hanya memasukkan tiga jenis PSP yang dilarang yaitu kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik. Pemerintah Provinsi Bali memberi waktu 6 bulan bagi produsen, pemasok, dan pelaku usaha untuk mematuhi Pergub yang ditetapkan pada 21 Desember 2018 itu. Sampah plastik terbesar sesungguhnya adalah dari botol plastik dan gelas plastik, terutama yang digunakan oleh minuman dalam kemasan. Yang tidak kalah banyak jumlahnya adalah kemasan mie instan. Sampah plastik ini akan mudah ditemui di pantai-pantai yang indah, bahkan di dalam l...

Reklamasi Benoa untuk apa, untuk siapa

Ada kabar baik berhembus di awal 2019. Gubernur Bali yang baru saja dilantik, I Wayan Koster telah menyurati Presiden Jokowi untuk merevisi Peraturan Presiden No.51/2014 yang selama ini menjadi landasan proyek reklamasi Teluk Benoa. Gubernur juga meminta kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak mengeluarkan ijin amdal kepada siapapun yang mengajukan rencana reklamasi Teluk Benoa. Sekedar mengingatkan, Perpres tentang reklamasi ini ditandatangani oleh SBY pada hari-hari terakhir pemerintahannya. Entah apa maksudnya atau alasannya, yang pasti Perpres ini menjadi beban, menjadi bom waktu bagi pemerintahan Presiden Jokowi. Pada hari Natal kemarin, saya sempat beradu pendapat dengan teman yang mendukung proyek reklamasi Teluk Benoa. Ia mengatakan bahwa pariwisata di Bali merosot tajam, wisatawan berkurang. Untuk mendongkrak sektor pariwisata perlu dibangun pusat atraksi baru di Benoa, dan karenanya perlu dilakukan reklamasi. Saya tentu saja tidak sependapat dengan panda...

Menenun ikat kebahagiaan

Image
Setiap awal tahun akan banyak resolusi pribadi yang beredar di lini masa berbagai platform media sosial. Semua hadir dengan niat baik, penuh semangat. Dan sama dengan hampir semua niat baik, resolusi ini pada umumnya kandas di tengah jalan karena kurang dijaga, atau yang menjaga sudah lelah. Saya tidak akan menulis resolusi tetapi saya akan menulis perjalanan hidup yang baru dengan mengambil pelajaran dari kisah hidup yang lalu. Saya sudah mengalami pergumulan hidup yamg luar biasa, penuh drama dan air mata, diliputi kebahagiaan dan pencapaian gemilang. Semua itu telah membentuk saya menjadi saya yang sekarang, yang saat ini berani mengambil langkah untuk membangun awal yang baru. Catatan ini, yang ditulis di Bali, merupakan catatan awal dari 1000, atau 10.000 atau 100.000 catatan yang akan mengawal proses menenun ikat kebahagiaan penuh dengan warna alam. Pantai Berawa, 1 Januari 2019

Tumpulnya rasa kebersamaan

Image
Sudah tumpulkah rasa kebersamaan kita? Ke mana kah perginya karakter bangsa yang ramah dan saling menolong? Itu lah pertanyaan yang terus muncul sepanjang hari Minggu ini yang dipicu oleh beberapa kejadian. Yang pertama, di Cilandak Town Square (Citos). Saya memarkir mobil di tempat parkir yang disediakan di dekat lapangan tenis. Lurus sesuai garis. Dua jam kemudian ketika saya akan keluar ternyata sudah ada beberapa mobil yang parkir di belakang mobil saya, dan tentu saja mereka tidak berada di dalam garis parkir yang resmi. Saya mencari tukang parkir agar dapat dibantu mendorong mobil di belakang saya. Seperti sudah diduga, dalam suasana parkir yang sangat ramai dan susah diatur, tukang parkir hilang lenyap ditelan bumi. Saya bertanya kepada beberapa anak muda yang sedang duduk menikmati jajanan di samping mobil saya: "apakah ada di antara kalian yang merupakan pemilik mobil ini?" (sambil menunjuk mobil yang menghalangi mobil saya). Semua menggelengkan kepalanya tanpa ber...

SBY dan Indolish

Tulisan di bawah ini saya kirimkan ke milis Forum Pembaca Kompas pada hari Jumat, 22 Mei 2009 jam 7:38 pagi yang dipicu oleh kegalauan saya melihat penampilan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono di TV One dalam acara Presiden Pilihan bersama KADIN. Dari awal saya sudah menduga bahwa ia akan banyak sekali menggunakan bahasa Inggris dalam dialog ini sehingga saya sudah menyiapkan komputer untuk bisa langsung mencatat kata-kata bahasa Inggris yang dia gunakan malam itu. Namun demikian, saya sangat kaget melihat tumpah ruahnya kata berbahasa Inggris dalam dialog itu. Bahkan untuk kata-kata yang sangat mudah dijumpai padanannya dalam bahasa Indonesia, seperti "two years". Berikut kutipan lengkap tulisan saya: Tadi malam saya menyaksikan acara Presiden Pilihan yang diselenggarakan oleh KADIN dengan capres SBY. Selama acara yang berdurasi 70 menit dan dibagi atas 4 bagian itu, 134 kali SBY menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan pendapatnya. Itu angka yang te...

Membaca ayat-ayat koran hari ini...dengan pilu :(

Image
Hari ini saya tidak bisa merenung karena mata saya dibasahi air-mata. Mata yang biasanya menerawang mengolah pikir kali ini menatap kabur ayat-ayat koran yang terpampang di hadapan saya. Ada banyak penyesatan pesan di dalam berbagai liputan media massa hari ini, baik cetak maupun elektronik. Penyesatan yang sangat gamblang bagi orang yang cerdas membaca. Nama saya mendadak sontak menjadi terkenal. Wanita keturunan Ambon yang bukan siapa-siapa ini menjadi bulan-bulanan hinaan dan tuduhan keji dari keluarga orang besar yang sangat dikaguminya. Bagaimana tidak pilu.... Dari tadi pagi hati saya terbelah. Di sisi yang satu dipenuhi dengan kemarahan karena fitnahan yang sangat keji. Sisi hati ini mendorong saya untuk menuntut balik para penyebar fitnah ini Saya berasal dari keluarga biasa, warga negara Indonesia biasa, tetapi mempunyai kebanggaan tinggi terhadap keluarga. Jadi, ketika nama keluarga saya dinistakan seperti ini saya merasa perlu bangkit dan membela diri. Saya dilahirkan denga...

Pornografi.... Apa itu??

Malam ini topik yang hangat dibicarakan oleh stasiun televisi adalah RUU Anti Pornografi yang merupakan jelmaan dari RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi. RUU yang pertama ditolak mentah-mentah karena definisi pornoaksi yang ngawur dan hanya ada di Indonesia. RUU yang kedua ini juga tidak lepas dari kontroversi, terutama menyangkut pasal-pasal karet dan multitafsir. Sayangnya, program talkshow televisi sangat dibatasi oleh waktu dan sangat tergantung pada pembawa acaranya. Mutia Hafidz di Metro TV, misalnya, terlihat condong menyetujui RUU ini. Grace Natalia di TVOne mungkin lebih netral tetapi terlalu sering menginterupsi dan melakukan paraphrasing. Hal ini mengakibatkan pokok-pokok pikiran narasumber sering tidak lengkap terungkap. Pihak-pihak yang mendukung RUU ini berusaha meyakinkan publik yang tidak setuju bahwa semua isu yang menjadi keprihatinan mereka telah diakomodasi dalam RUU terbaru. Berulangkali mereka menggarisbawahi adanya pasal-pasal pengecualian sebagai bukti ucapan...

The dead body left from Jayapura :(

Hari ini, ketika saya sedang mencari informasi tentang dunia kesehatan di Indonesia, saya sampai pada situs Departemen Kesehatan. Kagum saya melihat bahwa situs ini dibuat dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Tetapi kemudian saya agak terhenyak ketika membaca berita tertanggal 11 Juni 2008 yang terjemahan Inggrisnya berbunyi: Dr. Muhamad Haris' dead body, the 3 rd Arso Health Center NPE doctor of Keerom Papua sub district, who died yesterday due to traffic accident, today was arriving in Juanda airport, Surabaya at 13.30 pm (local time). The dead body left from Jayapura by Merpati airport, escorted by Secretariate of Health Office of Keerom district and the head of health center at place. http://www.depkes.go.id/en/1106do.htm Bukan main! Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab mengelola halaman Inggris, tapi tampaknya terjemahan tersebut dibuat secara kata per kata. Sebaiknya, situs dari kementrian dikelola secara profesional. Kalau memang belum siap dengan tenaga pengelol...

Gerakan mahasiswa 1998 dan 2008

Kemarin malam, Rabu 28 Mei, sambil mengerjakan tugas kantor, saya tanpa sengaja menonton Topik Malam di ANTV. Tertayang di layar TV suasana "demo" mahasiswa di Universitas Borobudur. Melihat lagak-lagu para mahasiswa ini saya hanya bisa menggelengkan kepala. Entah kenapa, yang terbayang adalah bangsa Indian di Amerika sedang melompat-menari mengitari api unggun. Kalau di sini yang tampak adalah mahasiswa mengitari ban yang dibakar sambil berteriak-teriak. Salah seorang mahasiswa diwawancara oleh reporter ANTV. Sang mahasiswa mempertanyakan mengapa polisi "hanya" menyerbu dan menangkapi teman-temannya di Unas. Ia menambahkan, dengan nada menantang, bahwa ia dan teman-temannya sedang menunggu polisi berbuat anarki di kampus Borobudur. Ya ampuuunnn..... Tampaknya mereka juga ingin menjadi tenar, masuk TV, menjadi bahan pembicaraan. Saya membaca polemik di banyak milis mengenai polisi dan mahasiswa. Kebanyakan memang menyalahkan polisi. Saya, yang sudah merasa t...

Agama saya cinta [mengutip Gede Prama]

Pagi ini terpandang lagi oleh saya tulisan Gede Prama di Kompas dua tahun lalu yang berjudul "Agama saya cinta". Tulisan ini saya gunting, saya perbesar di mesin fotocopy dan saya tempel di dinding ruang kerja saya. http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0609/09/opini/2938135.htm Bagian yang paling menarik menurut saya adalah paragraf tentang seorang dosen di Australia yang bertanya pada murid-murid di kelasnya: any one of you who have religion? Yang menaikkan tangan hanya segelintir orang. Namun, mahasiswa yang tidak menaikkan tangannya kalau meminjam pensil tidak lupa mengembalikan. Bila bertemu ibu-ibu dosen membawa beban buku agak berat, mereka cepat memberikan pertolongan. Bila antre di mana pun sangat disiplin. Tatkala bertemu sahabat lain tersenyum sambil mengucapkan selamat pagi. Bila ada teman dalam kesulitan, refleknya bekerja amat cepat untuk membantu. Bila masuk pintu lift atau pintu kereta api mendahulukan orang tua. Hal ini, kata Prama, menimbulkan pertanyaan, apa ...

HAK perokok????

Image
M iris hati saya membaca berbagai postings di milis FPK tentang "hak perokok". Memang, orang boleh bebas berpendapat dan saya tidak mempunyai hak untuk menghakimi. Sebagai orang yang pernah mempunyai pengalaman langsung yang tidak menyenangkan mengenai dampak merokok, saya menjadi sangat kritis terhadap rokok dan perokok. Iklan promosi rokok selalu mengusung gaya hidup sebagai alasan untuk merokok karena mereka tahu konsumen muda dapat terpikat dengan proposisi ini. Konsumen muda merupakan pangsa pasar yang paling menggiurkan: jumlahnya besar, emosinya labil sehingga mudah dipengaruhi, dan umur harapan hidupnya (kalau ia tidak meninggal awal) cukup panjang untuk terus merokok serta menghasilkan uang bagi pabrik rokok. Rokok adalah industri yang mengerikan. Seorang CEO perusahaan rokok internasional, ketika ditanya wartawan mengapa ia tidak merokok mengatakan: Tugas saya hanya menjual rokok! Minggu lalu saya berkunjung ke Makassar. Betapa takjubnya saya melihat kepulan asap ro...

Tragedi kehidupan

Image
Sore ini saya seperti dibukakan mata, diketukkan hati, sekaligus diasahkan budi. Betapa seringnya saya berkeluh-kesah, merasa selalu kekurangan dan tidak puas. Namun, seorang pemuda yang saya jumpai hari ini seperti membawa pesan agar saya mensyukuri apa yang sudah saya alami dan peroleh. Di suatu warung kopi cerita mengalir lancar dari mulutnya. Ia adalah anak tunggal yang selama lebih dari 30 tahun dapat menikmati makan dan tidur yang cukup. Di kamar tidurnya terpampang berbagai poster film koleksinya plus laser disc dan VCD yang tak terhitung. Layaknya rumah tangga kelas menengah, pembantu pun siap melayani seluruh kebutuhan keluarganya. Kawannya tersebar di mana-mana, dari berbagai kelompok dan jenis. Kenyamanan hidup ini rupanya tak bertahan lama. Ayahnya yang memasuki usia pensiun tergiur oleh iming-iming temannya untuk berbisnis. Ia lupa bahwa tidak semua orang mempunyai bakat bisnis. Sejak itu kehidupan keluarganya mulai berantakan. Ia terpaksa melepaskan pekerjaannya karena b...

The Rat or Mouse

Image
OR People born in the Year of the Rat are noted for their charm and attraction for the opposite sex. They work hard to achieve their goals, acquire possessions, and are likely to be perfectionists. They are basically thrifty with money. Rat people are easily angered and love to gossip. Their ambitions are big, and they are usually very successful. They are most compatible with people born in the years of the Dragon, Monkey, and Ox. You are imaginative. You are generous. You can be quick tempered. You will be happy as a writer, critic or publicist.

Gong Xi Fa Cai

Image
Hujan yang bertubi-tubi mengguyur bumi Jakarta seperti menjadi ritual perayaan Imlek. Tahun lalu juga terjadi hal yang sama. Katanya, Imlek tanpa hujan berarti tahun tanpa rejeki. Tetapi, saya baru kali ini sadar tentang hubungan Imlek dan hujan. Di masa lampau, Imlek merupakan tanda pergantian musim dari musim dingin ke musim semi. Imlek juga merupakan tanda dimulainya musim tanam di negeri Cina. Karena itu, turunnya hujan dipergantian musim ini dianggap sebagai rejeki oleh para petani. Masihkah hujan dianggap rejeki di masa kini, terutama di kota-kota besar tanpa petani? Yang jelas, hujan berarti banjir karena hutan beton tak sanggup menyerap limpahan air. Tahun ini menurut penanggalan Cina adalah tahun tikus. Jenis tikusnya masih menjadi perdebatan, tikus tanah atau tikus api. Bagi saya, tikus adalah tikus. Tidak penting apakah ia "rat" atau "mouse". Saya sendiri memilih "mouse" :) Gong Xi Fa Cai!

Soekarno berdasi merah

Image
Lukisan Soekarno berukuran kurang lebih 80x120cm ini seolah mempunyai daya magis yang membuat Ryas, anak pembantu berusia 10 tahun di rumah Bapak, selalu menundukkan kepalanya setiap melewati lukisan ini. Memang, dalam lukisan ini Soekarno tampak berbeda dari sosoknya yang tampan yang biasa kita lihat. Basoeki Abdullah melukiskan Soekarno sebagai seorang yang heroik, tangan terkepal ke atas dan dasi merah menjadi suatu pernyataan tegas mengenai kemerdekaan Indonesia yang tidak bisa ditawar. Menurut Bapak, ini lah satu-satunya lukisan Soekarno yang memperlihatkan semangat dan heroismenya. Lukisan ini dibuat pada saat Soekarno berpidato dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada tanggal 19 September 1945. http://www.sinarharapan.co.id/berita/0509/19/sh05.html Basoeki Abdullah menggunakan tripleks sebagai medium karena tidak ada kanvas. Di antara lebih dari 40 lukisan koleksi Bapak, lukisan Soekarno ini adalah yang pal ing disukainya dan tidak akan pernah diberikan atau dijual kepada orang lai...

Jusuf Ronodipuro

Image
Bapak, demikian saya dan keluarga memanggilnya. Saya akan terus menuliskan nama ini dengan B besar walaupun ia bukan jenderal besar. Ucup, demikian ibu mertua saya biasa memanggilnya. Suatu panggilan yang terdengar "imut" di telinga saya. Bapak "Ucup" akhirnya meninggalkan kami pada hari Minggu, tanggal 27 Januari 2008, pukul 23.20 di RSPAD Gatot Soebroto, dalam usia 88 tahun. Bapak telah mondok di ruang ICU RSPAD sejak tanggal 14 Desember 2007 karena mengalami kesulitan pernafasan. Perjalanan panjang Bapak dari rumah sakit ke rumah sakit dimulai dari tanggal 5 Juni 2007 setelah terserang stroke iskemik. Tendangan dan siksaan kempetai Jepang tanggal 17 Agustus 1945 tidak bisa menghentikan perjuangannya, tetapi serangan stroke ini akhirnya membuat Bapak harus berhenti dan menjalani hari-harinya di tempat tidur. Suatu hal yang sangat menyiksa untuk seorang Bapak yang sampai hari-hari terakhir sebelum sakit masih aktif di Dewan Harian Nasional Angkatan 45 dan beredar ...